Nano Camp MNI

Nano Camp merupakan suatu kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Masyarakat Nano Indonesia (MNI). Tema pada acara tahun ini adalah “Iptek Nano: Panggung Muda Berekreasi, Berkolaborasi, dan Berkontribusi”

Seminar Nano Teknologi

Seminar Nanoteknologi :" Perkembangan Terkini Riset, Aplikasi, dan Penerapan Nanoteknologi Pada Bidang Farmasi di Indonesia" bertempat di Graha Solo Raya (BAKORWIL II) hasil kerjasama NanoClub UNS dengan Himafarma Farmasi UNS

Kuliah Umum Nano

Nano Club UNS menyelenggarakan kuliah nanoteknologi dengan tema Aplikasi nanoteknologi dalam pembuatan lapisan sel surya dengan menggunakan zinc oxide yang dibawakan oleh seorang mahasiswa S2 UNS "Bobie Suhendra, S. T."

Jalan-Jalan Ilmiah

Kali ini Nano club UNS akhirnya menjajakkan kaki pertamanya di desa Kinarejo daerah Jogjakarta yang merupakan daerah berbasis tanaman herbal--sesuai dengan fokus Nano Club kami

Diskusi Dahsyat Ilmiah

Diskusi Nano kami kali ini dilaksanakan di rumah eyang Buntarto, seorang bapak guru sekaligus sang Profesor yang dahsyat dan penuh dengan ilmu. Beliau mampu menceritakan mengenai berbagai macam ilmu pengetahuan secara rinci dan menakjubkan.

Rabu, 23 Mei 2012

Kuliah Online Edisi 2


Topik " Aplikasi dan Perkembangan Dunia Nanoteknologi di Indonesia "
Narasumber : Abdul Halim S.T. ( Indonesian Young Scientist, Yayasan Pengembangan SDMIPTEK )





Sebelum kita melihat Indonesia. Mari kita melihat negara - negara diluar Indonesia. USA misalkan. pada tahun 2000, 12 tahun yang lalu. Presidennya, Clinton sudah membentuk yang namanya lembaga National Nanotechnology Initiative (NNI) dan mengalokasikan dana sekitar 3,7 milyar US$ untuk risetnya. Ini merupakan agenda berkelanjutan. Bukan hanya pada era presiden clinton sendiri selanjutnya, negara - negara uni eropa mengalokasikan sekitar 600 juta euro untuk penelitian nano.
Sedangkan Indonesia, baru pada renstra kemenristek tahun 2010 material maju menjadi targetan dan capaian. namun, sekali lagi bukan menjadi skala prioritas. Dari sini terlihat perbedaan antara negara maju (dalam hal ini USA) dengan Indonesia bahkan terpaut lebih dari 10 tahun.
Lantas, mungkin timbul pertanyaan dari kita. Apa sih sebenarnya pentingnya riset nano sendiri..? apa hanya booming doang...? terus bagaimana untuk penerapannya di Indonesia...? aplikasinya bagaimana jika melihat kondisi di Indonesia..?
Kita tahu bahwa Indonesia memiliki banyak sumber daya alam dan kita tahu sendiri bahwa indonesia "lebih suka" mengekspor bahan baku, kemudian di olah dan di jual lagi ke Indonesia dengan harga yang jauh lebih mahal.  ini baru sekedar pengantar tentang dunia nano di Indonesia. 


  • secara garis besar Aplikasi dari nanoteknologi bisa dicontohkan atau dibuat daftar seperti apa saja ?
Untuk aplikasi, nano merupakan sebuah rekayasa dari material dengan mengatur pada skala yang kecil. Maka dari itu, aplikasinya sangat luas tergantung dari material apa yang akan di gunakan. Saya list kan beberapa...
‎1. dibidang Energi 
Ada yang namanya ZnO, ZrO, YSZ dll. material ZnO dapat digunakan sebagai material pelapis pada solar cell dan lampu hemat energi sedangkan ZrO dan YSZ adalah salah satu material oksida yang digunakan untuk pembuatan SOFC (Solid Oxide Fuel Cell). Yaitu mesin bahan bakar yang mengubah energi kimia menjadi energi listrik secara langsung. Tidak berdasarkan perbedaan suhu pembakaran. bahan bakar yang digunakan adalah hidrogen sehingga hasil akhir adalah air sehingga Ramah lingkungan. Dari segi bentuk, karena seperti baterai. maka akan bisa dibentuk sesuai keinginan. Tidak seperti mesin piston begitu juga dengan konversinya sekitar 60%. dan tidak menimbulkan suara bising.
 ‎2. dibidang medis 
kalau kita lihat iklan pepsodent (maaf ya sebut merk). mereka kan menyebutkan yang namanya Hydroxyapatite nano, nah... Calsium dalam tulang dan gigi kita sebenarnya dalam bentuk molekul hydroxyapatite dalam bentuk matriks sehingga kuat. Material hydroxyapatite dapat digolongkan sebagai bioceramic yang reaktif. Reaktifitasnya tergantung pada ukurannya. sehingga dengan ukuran nano diharapkan akan semakin efektif penyerapan hydroxyapatite untuk tulang dan gigi.
3. Peralatan elektronika 
pada orde nano. emas yang berwarna kuning bisa menjadi merah. tergantung pada ukurannya. demikian juga pada ZnO. saya pernah baca berita di yahoo, bahwa para ilmuan sekarang sedang membuat yang namanya layar yang diprint dari partikel2 nano ini. dengan demikian maka akan dimungkinkan layar setipis kertas,  tidak setebal LCD atau LED.

nih jg trmasuk aplikasi yang menarik...  
orang dengan penyakit yang harus treatment secara teratur pasti sumpek karena harus ke dokter rutin. maka dikembangkan alat yang ditanam dalam tubuh yang mampu melepas obat dengan diprogram dari HP.

  • Bagaimana proses pembuatannya... ?
pada dasarnya.. proses pembuatan nano ada dua, yaitu bottom up dan top down. Dari namanya saja bisa ditebak. Kalau bottom up dari bawah ke atas. maksudnya dari ukuran kecil (cluster, molekul) diperbesar menjadi ukuran nano. Sedangkan kalau top down berarti dari ukuran besar di jadikan keci.
ada banyak proses pembuatan. proses padat, liquid, maupun gas.

  • Dari yang di paparkan diatas kebanyakan dibuat dg metode buttom up, nah kalo dari metode top down dan yang nano bahan alam itu seperti apa ?
hanya berubah secara fisik atau melibatkan reaksi kimia,  top down misalkan dengan penggilingan. seperti material pasir besi atau ZnO. metode top down memang memiliki kekurangan yaitu sulitnya diperoleh ukuran yang seragam namun lebih mudah dilakukan. Untuk metode bottom up, kita bisa merekayasa. misalkan, materialnya berpori - pori, berlapis - lapis, tertata rapi seperti barisan, dll....l

  •  Adakah aplikasi nano teknologi di bidang informatika?
untuk aplikasi di bidang informatika lebih pada rekayasa hardware. USA 10 tahun lalu berniat membuat sebuah memori yang mampu menyimpan semua data di US namun cuma berukuran 1 cm3. Ini mungkin dengan menyusun atom besar sebagai 1 dan atom kecil sebagai 0. kalau coding kan pakai bahasa yang 1001101010 gitu kan...

  •  Kira-kira sejauh mana untuk Indonesia saat ini, sehingga dari pemaparan trsebut nantinya bisa kita nilai dan analisa untuk turut mengembangkan aplikasi apa saja yg saat ini sudah dikembangkan ataupun yg berpotensi yg ada dari Sumber Daya Alam di Indonesia...?
ya, kalau kita bercermin pada Jepang dengan riset nano di elekronika, Prancis dengan riset nano di nuklir sedangkan China banyak di zeolit atau herbal. Jika melihat dari sisi SDA sebenarnya Indonesia bisa semua namun, sekali lagi. Riset tidak hanya butuh bahan. namun perlu ada SDM yang memadai, peralatan, dan tentu saja dana. untuk menghimpun itu sebenarnya memang perlu ada wadah khusus yang mampu mengkoordinasikan para peneliti di Indonesia. Agar lidi2 itu menjadi sapu lidi...

  • Banyak sekali aplikasi nanoteknologi saat ini. Bagaimana dengan kondisi alat nanoteknologi di indonesia apa sudah memenuhi standart internasional....?
kalau alat karakterisasi insya Allah sudah. Karena juga di beli dari luar negeri. Namun SDM yang mampu mengoperasikannya yang perlu diperbaiki kualitas dan kuantitasny. kalau alat pembuatannya. tidak perlu ada standarisasi. karena sebenarnya peralatannya tidak seseram yang kita duga kok. kalaupun perlu standarisasi adalah produknya.contohnya: Peralatan dari spray pyrolisis untuk sintesa bottom up. cuma perlu nebulizer yang bisa dibeli dirumah sakit seharga 300 ribu dan burner.

  • Suatu bahan dikatakan nano dalam ukuran berapa pak?<100 nano atau berapa...?
dapat dikatakan ukuran nano jika kurang sama dengan 100 nm

  • Sepertinya yg meneliti kebanyakan yg studi S2 dan S3 ya... ?
begini. jadi penelitian yang bagus itu berbasis laboratorium. Tidak periodik Dan laboratorium itu memiliki visi. Karena bersifat penelitian maka tidak bisa langsung ditemukan. maka, ada yang namanya berkelanjutan. maka antara mahasiswa S1, S2 dan S3 harus ada sinergisitas.

Kuliah Online Edisi 1


Topik "NANOTEKNOLOGI : Mulai dari Definisi hingga Aplikasi"
Narasumber : Suryandaru S.T. (Public Relation Manager MNI)






Asal muasal kajian iptek NanO dimulai pada tahun 1959 oleh Richard Feynman, hal ini dikarenakan semakin berkembangnya penemuan alat optik yang bisa mengungkap dunia level nanometer. Itulah mengapa kajian dimulai pada tahun itu karena faktor utamanya adalah devais karakterisasinya.
Karena selama ini kajian para ilmuan hanya seputar dunia micrometer.

Setelah dikaji oleh banyak ilmuan ternyata material pada level nanometer memberikan sifat yang sangat menakjubkan. Inilah yang menjadi salah satu daya tarik nanoteknologi. Para ilmuan bagaikan menemukan harta karun ilmu pengetahuan yang baru. Contohnya emas, pada level nanometer berwarna merah padahal tidak pernah terfikir bahwa emas akan berwarna merah.

Kajian iptek nano berkembang ketika ditemukan STM (Scanning Tunneling Microscope) oleh Binnig dan Rohrer pada tahun 1981. setelah STM ditemukan, maka kajian iptek nano semakin berkembang.

Lalu pada tahun 1991, Sumio Iijima menemukan carbon nanotube saat ia bekerja di perusahaan NEC di Jepang. Carbon nanotube adalah molekul-molekul carbon berbentuk silinder tak pejal dengan satu atau lebih dinding silinder.

  •  Bagaimana dengan awal mulanya di indonesia?
Iptek nano berkembang di Indonesia pada awal tahun 2000-an.. pada masa itu, banyak generasi Indonesia melalui program habibie disekolahkan ke luar negeri mengambil bidang yang berhubungan dengan nanoteknologi  sehingga dapat disimpulkan bahwa secara tidak langsung iptek nano dibawa oleh mereka yang sekolah ke luar negeri dan mengambil bidang tersebut.

  • Produk nano apa yang pertama kali ada di indonesia ?
kita harus membagi kata produk menjadi 2 yaitu.. produk riset dan produk industri .1) Produk riset sangat banyak ditemukan di lembaga penelitian dan perguruan tinggi di Indonesia.. namun sedang berjuang untuk mass production untuk skala industri.contoh : Nanomaterial, solar cell, CNT, nanobioteknologi, dll
2) Produk industri, Di Indonesia sudah banyak suplayer produk nano impor namun industri yang murni berbasis nano masih berkembang. 
misalnya: produk elektronik " microchip", kaos kaki anti bau, nanogingseng, dll

  • Seberapa penting untuk aplikasi nanoteknologi pada era saat ini di indonesia ?
saya katakan SANGAT PENTING !!!..
karena Indonesia memiliki SDA yang tidak dimiliki bangsa lain..

  • Apakah ada produk riset atau industri yang bisa mengatasi problem pada era ini..?
Contoh : ZnO (Zinc Oxide) pada level nano berfungsi untuk menangkal UV, juga dapat digunakan pada tabir surya, selain itu juga bisa digunakan untuk campuran bahan tambal Gigi berlubang.

  • SDA di Indonesia juga sangat melimpah, ketika kita melakukan penelitian/riset di skala nano, sering kali terbentur oleh masalah analisisnya, alat karakterisasi nano di indonesia masih sangat minim, betul kah ?
 Yang terpenting bukan keterbatasan alat karakterisasinya, tetapi pada SDM yang mengoperasikannya. Misalnya TEM aja, saya katakan hanya Dr. Harini Sosiati (UGM) yang bisa menggunakan TEM dari A-Z karena sulit dalam hal preparasi sampelnya.

Tahu susahnya dimana..? sampel harus dipotong/disayat hingga menjadi transparan dan sangat tipis.. bisa ditanyakan dengan dosen2nya.. preparasi saja butuh waktu seminggu. note : TEM mirip dengan saat kita rongen di rumah sakit. 

  •  Kalau penerapan Nano di bidang air bersih, gimana aplikasiny ?
Potensi penggunaan nanopartikel untuk bereaksi dengan polutan di tanah dan air laut mengubahnya menjadi senyawa yang tidak berbahaya merupakan salah satu bentuk pemanfaatan sifat nanopartikel berupa kepemilikan luas area yang besar dan aktifitas adsorbsi. Oksida logam nanopartikel semacam besi oksida dapat dimanfaatkan untuk menyerap hidrokarbon terklorinasi menjadi spesies yang tidak terlalu berbahaya. Penggunaan oksida logam ini diharapkan juga mampu mengimobilisasi logam berat terlarut seperti timbal dan merkuri dari larutan di lingkungan....

  • sangat besar pengaruhnya di teknologi dan Industri di masa mendatang.. mengapa ?
bayangkan saja jika produksi masal nanoTiO2 dapat digunakan untuk melapisi kaca-kaca gedung bertingkat... maka kita tidak perlu membersihkan kaca tersebut karena salah satu sifat kaca setelah dicoating adalahh self cleaning (swabersih). Maka tidak akan ada kotoran menempel di kaca tersebut.

itu salah satu contoh saja, belum lagi jika benar-benar target drug delivery telah mapan digunakan untuk membasmi kanker maka tidak akan ada lagi kemotrapi, bedah, dll. Ini akan menyingkirkan teknologi sebelumnya.

Closing Statement :
Terimakasih kepada rekan-rekan yang sudah menyimak dengan manis dan cerdas diskusi ini, semoga kita tetap bersemangat belajar dan bersiap menggantikan para pakar nano yang ada di Masyarakat Nano Indonesia..

jadilah generasi pemimpin masa depan bersama nanoteknologi..!!
sangat senang berbagi dengan rekan-rekan semua.. selalu lanjutkan diskusi nano di kampus-kampus.

Minggu, 01 April 2012

Nano Camp MNI 2012

Siapa yang tak kenal dengan kata ‘’camp”, kata ini menggiurkan bagi jiwa-jiwa yang lelah dengan rutinitas akademik yang terus membuat waktu silih berganti. Camp sering diidentikan dengan dengan kegiatan di alam terbuka, refreshing, dan bermain dengan alam. Namun untuk era teknologi ini apakah acara “camp” selalu sama tanpa ada inovasi baru. Ketika ada acara yang berjudul “Nano Camp” apa yang kemudian muncul di pikiran kita. Apakah mini camping, free ipod nano for camp atau camp di industri permen nano-nano. Jawabnya adalah Nano camp 2012 : rame rasanya , rame manfaatnya (jargon nano camp). Acara ini asyiknya hanya 5 %, karena 95 % nya adalah asyiiiiiiikkk bangeeett.

Lebih jelasnya acara nano camp ini adalah acara yang diselenggarakan oleh Masyarakat Nano Indonesia. Tema pada acara ini adalah “Iptek Nano: Panggung Muda Berekreasi, Berkolaborasi, dan Berkontribusi”. Peserta dari acara ini berjumlah 30 peserta yang berasal dari UNS, ITB, ITS, UNDIP,ITI,UNISRI, UGM, UNAIR, UI,UNIBRAW, IPB, dan yang terjauh USU. Kegiatan ini bertempat di PUSPITEK , Serpong dan berlangsung pada tanggal 18-19 Maret 2012. 

Kegiatan pertama diawali dengan bermain dengan alam sesuai dengan tema peserta berkreasi untuk membuat nama kelompok beserta yel-yel masing-masing kelompok. Ada tiga kelompok yang terdiri dari berbagai asal universitas dengan jumlah anggota 10 orang. Ada kelompok Curut, Bolu kukus dan 10 icons. Jika di sambung menjadi 10 icons lihat curut makan bolu kukus(sekedar intermezzo). Dari setiap kelompok ini harus ada 1 buah kamera untuk mendokumentasikan jawaban dari tugasnya.
Pos pertama adalah pos game berebut bola yang disebar pada hutan puspitek. Menurut penulis filosofi untuk game pada pos pertama ini adalah memperhatikan dengan jeli benda-benda nano yang ada di alam ini walaupun benda tersebut sangat kecil namun jika kita mampu mendapatkan kareakter nano dari benda tersebut maka manfaatnya akan terasa bagi banyak orang. Pemenang dari game ini adalah kelompok curut. 

Pos kedua adalah pos perjalanan, tugas dari perjalanan ini adalah menemukan benda-benda alam yang memiliki karakteristik nano yang digunakan sebagai ide dasar dalam pembuatan teknologi nano sekarang ini. Di saat inilah kolaborasi sangat menarik terjadi dari berbagai jurusan baik matematika, bioproses, kimia, fisika, biologi, teknik kimia, pertanian, teknik material, farmasi, semua saling mengerahkan kemampuannya untuk menemukan naono di alam. Banyak hal unik terjadi ketika mereka menemukannya, mengejar, dan mengambil gambar. Seolah-olah di hutan puspitek ini peserta menari dengan kupu-kupu, bermain dengan uap air yang terkondensasi, berlindung di jarring laba-laba, dan menyentuh penyumbang kehidupan terbesar sang fotosintesis.
Di pos ketiga adalah pos menjawab pertanyaan. Di sini ada beberapa soal yang harus di jawab. Pertanyaannya berhubungan dengan teori atom, makna kata-kata bijak para ilmuwan. Dan yang terseru adalah pertanyaan terakir tentang grafik anatara social impact dan perkembanganyya dari waktu-kewaktu sebuah teknologi. Dan salah satu jawaban yang masih terkenang adalah Ketika kita mensyukuri suatu benda baik itu berukuran sekecil apapun maka suatu saat hal ini akan bermanfaat untuk kemaslahatan banyak umat . Yang dimaksud dari mensyukuri ini adalah mempelajari karakteristik suatu benda sekecil apapun dan mengaplikasikannya sehingga diperoleh manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan manusia. Dan yang dipelajari ini adalah “nano teknologi”.
Menuju ke pos dengan singgasana terindah yakni pos peristirahatan disini peserta duduk-duduk, minum, makan dan berdiskusi dengan panitia tentang jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di pos 3. Di pos ke 4 ini masing-masing mahasiswa mengaspirasikan pendapatnya . Sharing tentang makna nano teknologi, metodenya , dan aplikasinya. Setelah pos ke empat selesai tibalah waktunya untuk ISHOMA.
Dalam waktu ishoma banyak peserta yang meluangkan waktu istirahatnya untuk berdiskusi persiapan presentasi dari fenomena-fenomena alam yang di jumpai pada travelling di hutan puspitek tadi. Diskusi ini dilakukan di wisma Puspitek tempat peristirahatan para peserta.  
Presentasi dimulai pukul 16.00 WIB. Esensi dari topic nano Camp ini terkena tajam. Dimana pengetahuan serta kejujuran peserta di uji. Kejujuran dalam menampilkan gambar benar-benar merupakan bukti otentik yang mereka temui di hutan puspitek atau mengambil dari internet. Diskusi tajam  pada saat peserta mengkolaborasikan tentang berbagai bidang ilmu yang mereka tekuni dalam satu wadah nano teknologi. Diskusi tajam menyita banyak perhatian peserta. Diskusi proses fotosintesis yang dulu ketika SD, SMP, SMA Nampak biasa saja kini terasa sangat mengasyikkan karena ada kolaborasi antara anak teknik bioproses dan Biologi. Tentang fenomena kekuatan jarring laba-laba yang dianalogikan tentang kuat tekan beton yang kemudian di duet oleh anak teknik material dan banyak lagi. Banyak sekali fenomena alam yang mereka jumpai. Dan perolehan yang didapat Bolu kukus mendapat 6 fenomena, Curut mendapatkan 8 fenomena, dan 10 icons mendapatkan 6 fenomena dan 3 Aplikasi. Dan jika berminat mendapatkan bukunya bisa memesan melalu alamat web diberikut ini http://nano.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=59&Itemid=39.
Dan malam harinya diadakan presentasi dari Nano World Indonesia yang di ketuai oleh Muhammad D. Aziz mahasiswa Teknik Kimia UGM. Dalam diskusi ini banyak yang terinspirasi untuk segera membentuk nanoclub mahasiswa di masing-masing universitas. Walaupun masing-masing Universitas memiliki karakteristik suka duka , halangan, hambatan dalam mendirikan Nano Club mahasiswa. Bagaimanapun untuk mengatasi segala hambatan yang menghadang mahasiswa harus menganut hokum kirchof untuk meminimalisir tegangan rasa takut dan pesimis, serta memaksimalkan arus mengalirnya rasa yakin bahwa mahasiswa membutuhkan wadah untuk berkontribusi melalui nano teknologi.
Acara hari kedua adalah seminar nano bersama bapak Dr. Nurul Taufiqu Rachman, Presentasi dari PT Euro Management Indonesia, Presentasi BIC, Talk Show Techno Preuneur. Serta Kunjungan Lab.
Lab yang dikunjungi adalah BATAN. Yakni Lab yang digunakan untuk produksi melalui tenaga nuklir. Sayangnya di sini tidak boleh membawa benda apapun. Sehingga tidak ada gambar yang bisa diambil. Kemajuan teknologi di nuklir ini akan membuat siapa saja takjub dalam kecanggihan teknologi ini. Kunjungan kedua adah di BPPT disini banyak sekali alat-alat farmasi , dan penelitian tumbuhan yang lainnya.
Untuk sentuhan tema yang ketiga adalah berkontribusi, hal ini yang membuat rasa tanggung jawab pasca nanocamp teringat kembali. Kontribusi tidak dinilai dalam game ini akan tetapi kontribusi adalah seuatu bentuk rasa syukur yang harus kita resapi dalam fikiran, tertanam dalam hati dan mengalir bersama aliran darah sebagai rasa berterimakasih kepada panitia nano Camp yang telah member kesempatan untuk belajar bersama, menikmati segala fasilitas, dan membentuk networking dianatra semua peserta dan panitia.
Cerita tentang kontribusi pasca nano Camp, nano club uns telah melakukan tiga kali diskusi, yakni diskusi yang pertama di taman mipa untuk berbagi pengalaman dan pelajaran yang terindah yang telah kami dapat saat nano camp kepada teman-teman yang belum berkesempatan untuk mengikuti nano camp. Follow up dari diskusi ini adalah bertemu dosen untuk membahas kegiatan nano berikutnya. Diskusi dengan dosen ini sangat berbuah manis yakni tentang bisnis oriented. Ilmu nano tidak boleh hanya sekedar ilmu namun untuk berbagi manfaatnya kita harus berbagi produknya. Terus riset dan dana untuk riset harus kita peroleh dari produksi. PR terbesar setelah diskusi ini semua anggota wajib mempelajari kolaborasi antara ilmu nano dan buisness oriented dan segera mengaplikasikannya. Diskusi yang ketiga adalah diskusi hingga mlam di rumah eyang dosen yakni gurunya dosen kami seorang fisikawa dasyat yang telah menemukan usia pitecantropus erectus . Dan ketika diskusi ini beliau tidak membuka buku sedikitpun dan menjelaskan semua ilmu seakan ilmu itu tak terlupa sedikitpun dan terus mengalir didalam darah. Berdasarkan cerita beliau pembelajaran teknologi berdasarkan ukuran ini diluar negri nano sudah mulai di tinggalkan bahkan berubah ke pico, tera hingga 10^-18. Inilah critaku mana ceritamu?.
Tulisan ini ditulis walaupun sudah tidak hangat lagi bukan hanya sekedar tulisan biasa namun sungguh untuk mengingatkan kembali untuk terus berkontribusi agar kita menjadikan Iptek nano sebagai panggung pemuda berkreasi, berkolaborasi dan Berkontribusi. Memajukan Indonesia

terimakasih kakak panitia :D
terimakasih MNI ^_^
2 April 2012
01:05
Nano camp: Rame rasanya, rame manfaatnya
Semangat Nano untuk Indonesia

report by : Qudratun ceria :D





Selasa, 28 Februari 2012

Ekspedisi tawangmangu #2

Mentari yang berduyung semakin ke atas menyinari langit dan seantero bumi...
membirukan langit yang gelap... 
menghijaukan tumbuhan untuk memulai proses fotosintesisnya kembali...  
dan juga menebar kebaikan untuk kalangan makhluk hidup lain berupa “oksigen” yang merupakan nafas kehidupan.... 

-puisi time-


Tepat pada Pagi itu, Kamis 23 Februari 2012 perjalanan kami dimulai, mencari ilmu di kabupaten serba hijau, ya..itulah kab.Tawangmangu. Nano Club bekerja sama dengan HIMAFARMA FMIPA UNS hijrah setengah hari ke B2P2TO-OT (Balai Besar Penngembangan dan Penelitia Tanaman Obat-Obat Tradisional) untuk mencari ilmu. Walaupun tidak dikomandani koordinator Nano Club dan Ketua Umum Himafarma yang sedang melakukan tugas utama mereka sebagai seorang mahasiswa tak urung mengurangi niat kami tuk ngebolang Ria .

Video Sejarah B2P2OT-TO
Rombongan berjumlah 20  orang dan didominasi oleh mahasiswa Farmasi 2011 yang kebetulan tidak ada kuliah pagi itu. Kunjungan ilmiah ke B2P2OT-TO ini sebagai tindak lanjut kegiatan Pengabdian Masyarakat  Desa Sambirejo yang di ketuai Bapak Suparman, beliau adalah ketua kelompok tani klaster Biofarmaka Karanganyar guna meningkatkan kualitas hasil olahan produksi empon-empon. Selain itu saat kami disana , kami reunian juga dengan mahasiswa teknik Industri yang pada saat itu sedang melakukan proyek dosen di desa yang sama ^___^ b

Oke brotha n sista, selanjutnya kami digiring menuju aula yang cukup luas dan kami semua ditontonkan video sejarah dan profil B2P2OT-TO . 




Pemandangan para mahasiswa saat sedang menonton video yg sedang diputarkan

Ternyata Banyak sekali perubahan yang ditunjukkan oleh balai penelitian ini , Ohya sobat’ dulunya B2P2OT-TO bernama BPTO loh atau kepanjangannya itu Balai Pengembangan Tanaman Obat yang kegiatan utamanya yaitu mengembangkan tanaman obat di kawasan Tawangmangu, namun seiring berjalannya waktu, kini B2P2OT-TO tak hanya sebatas mengembangkan saja namun juga meneliti berbagai plasma nutfah tanaman obat sekaligus mengadakan saintifikasi jamu. ( btw, temen-temen pada tau Plasma Nutfah gak nih ' gakk tau kan...hayoo ngaku. hehe ^^ ) 
Plasma nutfah adalah substansi pembawa sifat keturunan yang dapat berupa organ utuh atau bagian dari tumbuhan atau hewan serta mikroorganisme.

Ohy bro n Sis, ternyata produk Herbal itu lebih aman lho ketimbang obat-obatan yang mainin reaksi kimia ini itu atau semacamnyalah, namun gak bisa sembarang juga kita menggunakan produk herbal misalnya saja jamu, juga harus tepat dosis dan pemakaian. Jamu yang digunakan di B2P2TO-OT itu berupa racikan simplisia, serbuk dan juga ekstrak tanaman obat yang telah diteliti khasiat dan keamanannya melalui uji praklinik dan atau observasi klinik. Untuk menjamin keamanan dan mutu maka cara pembuatannya mengacu pada cara pembuatan simplisia yang baik, dimulai dari proses standarisasi benih/bibit, budidaya, pasca panen maupun analisis mutu di laboratorium B2P2TO-OT.


Oke, kembali ke cerita ya.. 
Ternyata disana juga terdapat etalase tanaman obat yang letaknya memisah dari gedung juga menawarkan pemandangan yang ciamik tenan :D . Puluhan bahkan ratusan tanaman obat koleksi B2P2OT-TO dipamerkan dengan tatanan yang proporsional sehingga sangat menarik untuk dipelajari lebih lanjut. Setiap tanaman diberi nama daerah, nama ilmiah dan khasiatnya. Banyak sekali tanaman yang baru penulis lihat dan sangat memanjakan mata rangkaian warna alami yang berpadu, melihatkan betapa keindahan ciptaan Sang Maha Pencipta.

Dari perjalanan ini kami mendapat ilmu baru walaupun hanya setengah hari berada di sana, dan itu pun belum cukup untuk menggali berbagai ilmu yang masih tertinggal di sana, kami berharap ilmu ini dapat bermanfaat untuk langkah ke depannya, dalam pengabdian di desa Sambirejo, khususnya pada pengolahan pasca panen klaster Biofarmaka.


Sampai jumpa di perjalanan selanjutnya sobat Nanoers !
Salam Nano... Salam Mengabdi Untuk Indonesia 


INDONESIA BISA !!


report by : Nofi Tri J.A.


 

Selasa, 29 November 2011

Ekspedisi Tawangmangu #1



Naik...naik.. ke Tawangmangu
Tinggi,tinggi sekali.....
Kiri ,kanan kulihat saja
Banyak pohon obatnya ^^

Siang hari yang menyengat tidak mengendurkan semangat kami untuk survey ke lokasi pengembangan tanaman obat atau yang sering kita kenal itu adalah biofarmaka. Kami bertujuh ( Amirza, Bambang, Dito, mas Heru, Nofi, Rif'ah, dan maya ) sudah siap melakukan perjalanan jauh menuju daerah tawangmangu dengan menggunakan kendaraan andalan kami masing-masing {brumm...brum...} .Tujuan survey kami agar dapat mengetahui secara langsung jenis-jenis tanaman obat beserta proses-proses pengolahannya yang seringkali kita hanya lihat melalui media baca semisal buku maupun internet.

Perjalanan pertama kami ditujukan ke lokasi BPTO ( Balai Penelitian Tanaman Obat ) yang berada di dekat wisata balekambang di daerah itu. Sayangnya kami semua tidak dapat masuk dan melihat-lihat berbagai tanaman herbal yang ada di dalam gedung dikarenakan pada hari itu kantor tutup . Setelah menunggu agak lama di wilayah gedung itu, akhirnya kami memutuskan untuk langsung menuju ke lokasi produsen biofarmaka, di daerah Nglurah yang tidak jauh dari BPTO , dimana warga memproduksi tanaman obat (biofarmaka) yang prosesnya tidak hanya sampai tahap pengolahan saja bahkan sudah sampai tahapan siap untuk dijual. Banyak sekali jenis-jenis tanaman yang di tunjukkan kepada kami dari kunyit, stevia, kumis kucing, dsb.

Kami pun juga dipersilahkan untuk menyicipi manisnya dari daun tanaman stevia yang konon kadar manisnya itu bisa jauh melampaui gula pasir yang umumnya. Tidak hanya daun saja yang kami cicipi tetapi juga batang dari tanaman itu kami coba DAN TERNYATA ............ tidak daun tidak batangnya sama-sama manis meskipun kadar manis bagian batang tidak melebihi kadar manis di bagian daunnya namun itu membuktikan bahwa tanaman ini sangatlah istimewa. ^^

Setelah itu, kami ngobrol santai dengan salah satu pemilik PT biofarmaka tersebut tentang bagaimana fungsi alat ini dan alat itu hingga tak terasa azan ashar pun mulai berkumandang. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi menunaikan shalat di masjid dekat lokasi produsen biofarmaka tersebut . Sesaat kami berjalan meninggalkan lokasi tersebut, datanglah serombongan bapak-bapak dengan mobil bak terbukanya yang mengangkut banyak sekali daun dari kumis kucing. Setelah sholat, kami kembali mengunjungi pabrik tersebut dan kami kembali banyak mengajukan pertanyaan mengenai beberapa hal terkait tanaman kumis kucing yang kami belum ketahui sebelumnya .

Setelah interval beberapa saat , akhirnya kami memutuskan untuk mengkahiri kunjungan kami hari itu dan kembali ke solo sebelum maghrib menjelang.

Sebelum pulang , kami berniat untuk mengunjungi bapak doktor ( I'm sorry, I forgot his name T_T  ) yang dahulunya adalah teman dari bapak BJ Habibi saat di Jerman, kami kesana tidak hanya ingin mampir saja tapi kami juga bertanya untuk membantu memberi gambaran bagaimana konsepan nano club kedepannya. Alhamdulillah beliau memberi banyak sekali inspirasi buat kami semua, entah masalah silika amorf entah urgensi propolis bagi kehidupan kita dan masih banyak lagi yang lainnya.

Setelah selesai mengunjungi rumah beliau ,akhirnya kami semua pulang ke rumah kami masing-masing. Ada saat nya penulis ingin sekali bertemu lagi dengan beliau karena masih banyak yang ingin saya tanyakan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang berkembang maupun isu-isu kontemporer yang saat ini masih penulis belum tahu agar kedepannya penulis mampu menyebarkan kepada khalayak tentang wawasan baru tersebut.


Goes to Second visit , will u come wih me ? ^^,

report by : Amirza R. Prabowo
       

Sabtu, 12 November 2011

LAUNCHING NASAFOR UNDIP

Salam NANO
Semangat NANO untuk Indonesia     
           Pagi yang lumayan dingin kami dari nano club uns (amirza , mb rif'atur rohmah , qudratun) berkumpul dihalte depan uns, dengan menaiki bis Damri B kamipun menuju kerten. Di kerten kami pun beralih bus yang mengarah ke Semarang yakni BUS ISMO. Dalam tengah perjalanan saya pun tak kuasa menahan rasa mual yang luar biasa. Untungnya mirza membawakan plastik. Dan sungguh perjalanan yang lama dan luar biasa . Setelah melewati Boyolali, Salatiga, Bawen dan akhirnya kitapun sampai ke Sukun. Setelah turun di Sukun kamipun segera mencari masjid untuk  bersih diri. Dan langsung menuju ke gedung Prof Sudarto UNDIP(semoga tidak salah nulis..hi..hi).Dengan sangat terlambat.
             Akhirnya mulalilah mengikuti acara seminar dengan tema "Strategi Pengembangan Nanoteknologi di Indonesia dan aplikasinya dalam Industri" . Dengan pembicara " Drs. H. Suharna S, M. Dr Nurul Taufiqurahman (ketua MNI). Dr. Warsito Ptaruno M. Eng (ketua MITI). Prof . Dr Ing  Harianto H , Dr. Agus Subagjo(Dosen FMIPA UNDIP)

                Banyak sekali materi yang beliau-baliau berikan , namun sayang saat ini kami belum bisa meng uploadnya karena kami masih menunggu kiriman file dari panitia . Namun bisa digaris bawahi bahwa perkembangan nano teknologi merupakan sebuah perjalanan yang merupakan penghubungan antara titik ke titik suatu langakah yang semuanya bersumber dari kreativitas diri sendiri. Namun banyak juga pertanyaan dari para peserta tentang kendala mereka adalah pada dana yang tersedia.Dan dari situlah diberikan jawaban pula untuk menjadi technoprenuership ini dia tips-tipsnya :
1. Bold will (keinginan yang kuat)
2. Defined offer : kontribusi yang nyata dan "you must to be first  the best and different"
3. Due Diligent
4. Sacriple (Pengorbanan dan pastinya harus ikhlas)
            Dan sesi kedua ada 3 Pembicara yakni  Dr Nurul Taufiqurahman (ketua MNI) Prof . Dr Ing  Harianto H , Dr. Agus Subagjo(Dosen FMIPA UNDIP)  . Pak Nurul menyampaikan tentang Potensi dan aplikasi nanotekologi pada industri Nasional. Di acara ini pak Nurul juga membawakan banyak sample cosmetic yang telah di produksi dengan nano teknologi dan akhirnya kamipun mendapatkan juga yakni kosmetik "gizi supercream" ayo teman2 yang tertarik untuk mengetahui kandungan didalamnya dan manfaatnya serta jika ingin pesan juga bisa hubungi kami (nano club uns, fordinagama, nasafor) promosi sedikit hi..hi. Dan Prof . Dr Ing  Harianto H  mempresentasikan tentang "Ultra High Performance Concrete Menuju Aplikasi Nano Teknologi untuk Bahan Kontruksi". Dan yang ketiga yakni Dr. Agus Subagjo(Dosen FMIPA UNDIP) menjelaskan tentang Rompi Antri Peluru dengan aplikasi Carbon Nano Tube.
           Selesai launching dan seminar Pak Nurul dan Nano uns, fordinagama, serta nasafor me"rapat"kan barisan untuk berdiskusi tentang Penawaran yang diberikan oleh pak nurul untuk mengembangkan produk nano sehingga bisa menjadi bisnis dan sumber pendanaan bagi program- program nano club nantinya . Dan akan dibentuk sebuah perusahaan dengan pengelolaan yang profesional dan melembaga , fokus terhadap usaha produksi  dan pemasaran produk-produk nano . Dan semoga kita menjadi nano prenuer yang sukses.
        Dan setelah rapat dengan pak nurul kamipun rapat dengan semua nano club untuk menentukan visi misi serta menentukan struktur organisasi dan kapan kita akan merapat lagi melalui YM secara periodik seminggu sekali . akhirnya Adzan Maghrib memanggil kami. Setelah shalat kamipun segera mencari makan malam dan ditemani mb kiki amelia dengan naik angkot (baru kali ini masih dalam area kampus naik angkot :D) Dan setelah selesai kamipun segera pulang dan harus berpisah dengan mb rif'ah  karena mb rif'ah pulang ke magetan. Dan kamipun tinggal bertiga (qudrotun, mas azis mirza) menaiki bus ismo untuk kembali ke Solo. Dan sampai di Solo jam 11 sedangkan mas aziz harus oper bus menuju jogja. Sungguh perjalanan yang sangat menyenangkan dan tak sia-sia . 
Salam Nano
Semangat NANO untuk Indonesia