Nano Camp MNI

Nano Camp merupakan suatu kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Masyarakat Nano Indonesia (MNI). Tema pada acara tahun ini adalah “Iptek Nano: Panggung Muda Berekreasi, Berkolaborasi, dan Berkontribusi”

Seminar Nano Teknologi

Seminar Nanoteknologi :" Perkembangan Terkini Riset, Aplikasi, dan Penerapan Nanoteknologi Pada Bidang Farmasi di Indonesia" bertempat di Graha Solo Raya (BAKORWIL II) hasil kerjasama NanoClub UNS dengan Himafarma Farmasi UNS

Kuliah Umum Nano

Nano Club UNS menyelenggarakan kuliah nanoteknologi dengan tema Aplikasi nanoteknologi dalam pembuatan lapisan sel surya dengan menggunakan zinc oxide yang dibawakan oleh seorang mahasiswa S2 UNS "Bobie Suhendra, S. T."

Jalan-Jalan Ilmiah

Kali ini Nano club UNS akhirnya menjajakkan kaki pertamanya di desa Kinarejo daerah Jogjakarta yang merupakan daerah berbasis tanaman herbal--sesuai dengan fokus Nano Club kami

Diskusi Dahsyat Ilmiah

Diskusi Nano kami kali ini dilaksanakan di rumah eyang Buntarto, seorang bapak guru sekaligus sang Profesor yang dahsyat dan penuh dengan ilmu. Beliau mampu menceritakan mengenai berbagai macam ilmu pengetahuan secara rinci dan menakjubkan.

Tampilkan postingan dengan label Aktifitas Kami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aktifitas Kami. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 April 2012

Nano Camp MNI 2012

Siapa yang tak kenal dengan kata ‘’camp”, kata ini menggiurkan bagi jiwa-jiwa yang lelah dengan rutinitas akademik yang terus membuat waktu silih berganti. Camp sering diidentikan dengan dengan kegiatan di alam terbuka, refreshing, dan bermain dengan alam. Namun untuk era teknologi ini apakah acara “camp” selalu sama tanpa ada inovasi baru. Ketika ada acara yang berjudul “Nano Camp” apa yang kemudian muncul di pikiran kita. Apakah mini camping, free ipod nano for camp atau camp di industri permen nano-nano. Jawabnya adalah Nano camp 2012 : rame rasanya , rame manfaatnya (jargon nano camp). Acara ini asyiknya hanya 5 %, karena 95 % nya adalah asyiiiiiiikkk bangeeett.

Lebih jelasnya acara nano camp ini adalah acara yang diselenggarakan oleh Masyarakat Nano Indonesia. Tema pada acara ini adalah “Iptek Nano: Panggung Muda Berekreasi, Berkolaborasi, dan Berkontribusi”. Peserta dari acara ini berjumlah 30 peserta yang berasal dari UNS, ITB, ITS, UNDIP,ITI,UNISRI, UGM, UNAIR, UI,UNIBRAW, IPB, dan yang terjauh USU. Kegiatan ini bertempat di PUSPITEK , Serpong dan berlangsung pada tanggal 18-19 Maret 2012. 

Kegiatan pertama diawali dengan bermain dengan alam sesuai dengan tema peserta berkreasi untuk membuat nama kelompok beserta yel-yel masing-masing kelompok. Ada tiga kelompok yang terdiri dari berbagai asal universitas dengan jumlah anggota 10 orang. Ada kelompok Curut, Bolu kukus dan 10 icons. Jika di sambung menjadi 10 icons lihat curut makan bolu kukus(sekedar intermezzo). Dari setiap kelompok ini harus ada 1 buah kamera untuk mendokumentasikan jawaban dari tugasnya.
Pos pertama adalah pos game berebut bola yang disebar pada hutan puspitek. Menurut penulis filosofi untuk game pada pos pertama ini adalah memperhatikan dengan jeli benda-benda nano yang ada di alam ini walaupun benda tersebut sangat kecil namun jika kita mampu mendapatkan kareakter nano dari benda tersebut maka manfaatnya akan terasa bagi banyak orang. Pemenang dari game ini adalah kelompok curut. 

Pos kedua adalah pos perjalanan, tugas dari perjalanan ini adalah menemukan benda-benda alam yang memiliki karakteristik nano yang digunakan sebagai ide dasar dalam pembuatan teknologi nano sekarang ini. Di saat inilah kolaborasi sangat menarik terjadi dari berbagai jurusan baik matematika, bioproses, kimia, fisika, biologi, teknik kimia, pertanian, teknik material, farmasi, semua saling mengerahkan kemampuannya untuk menemukan naono di alam. Banyak hal unik terjadi ketika mereka menemukannya, mengejar, dan mengambil gambar. Seolah-olah di hutan puspitek ini peserta menari dengan kupu-kupu, bermain dengan uap air yang terkondensasi, berlindung di jarring laba-laba, dan menyentuh penyumbang kehidupan terbesar sang fotosintesis.
Di pos ketiga adalah pos menjawab pertanyaan. Di sini ada beberapa soal yang harus di jawab. Pertanyaannya berhubungan dengan teori atom, makna kata-kata bijak para ilmuwan. Dan yang terseru adalah pertanyaan terakir tentang grafik anatara social impact dan perkembanganyya dari waktu-kewaktu sebuah teknologi. Dan salah satu jawaban yang masih terkenang adalah Ketika kita mensyukuri suatu benda baik itu berukuran sekecil apapun maka suatu saat hal ini akan bermanfaat untuk kemaslahatan banyak umat . Yang dimaksud dari mensyukuri ini adalah mempelajari karakteristik suatu benda sekecil apapun dan mengaplikasikannya sehingga diperoleh manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan manusia. Dan yang dipelajari ini adalah “nano teknologi”.
Menuju ke pos dengan singgasana terindah yakni pos peristirahatan disini peserta duduk-duduk, minum, makan dan berdiskusi dengan panitia tentang jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di pos 3. Di pos ke 4 ini masing-masing mahasiswa mengaspirasikan pendapatnya . Sharing tentang makna nano teknologi, metodenya , dan aplikasinya. Setelah pos ke empat selesai tibalah waktunya untuk ISHOMA.
Dalam waktu ishoma banyak peserta yang meluangkan waktu istirahatnya untuk berdiskusi persiapan presentasi dari fenomena-fenomena alam yang di jumpai pada travelling di hutan puspitek tadi. Diskusi ini dilakukan di wisma Puspitek tempat peristirahatan para peserta.  
Presentasi dimulai pukul 16.00 WIB. Esensi dari topic nano Camp ini terkena tajam. Dimana pengetahuan serta kejujuran peserta di uji. Kejujuran dalam menampilkan gambar benar-benar merupakan bukti otentik yang mereka temui di hutan puspitek atau mengambil dari internet. Diskusi tajam  pada saat peserta mengkolaborasikan tentang berbagai bidang ilmu yang mereka tekuni dalam satu wadah nano teknologi. Diskusi tajam menyita banyak perhatian peserta. Diskusi proses fotosintesis yang dulu ketika SD, SMP, SMA Nampak biasa saja kini terasa sangat mengasyikkan karena ada kolaborasi antara anak teknik bioproses dan Biologi. Tentang fenomena kekuatan jarring laba-laba yang dianalogikan tentang kuat tekan beton yang kemudian di duet oleh anak teknik material dan banyak lagi. Banyak sekali fenomena alam yang mereka jumpai. Dan perolehan yang didapat Bolu kukus mendapat 6 fenomena, Curut mendapatkan 8 fenomena, dan 10 icons mendapatkan 6 fenomena dan 3 Aplikasi. Dan jika berminat mendapatkan bukunya bisa memesan melalu alamat web diberikut ini http://nano.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=59&Itemid=39.
Dan malam harinya diadakan presentasi dari Nano World Indonesia yang di ketuai oleh Muhammad D. Aziz mahasiswa Teknik Kimia UGM. Dalam diskusi ini banyak yang terinspirasi untuk segera membentuk nanoclub mahasiswa di masing-masing universitas. Walaupun masing-masing Universitas memiliki karakteristik suka duka , halangan, hambatan dalam mendirikan Nano Club mahasiswa. Bagaimanapun untuk mengatasi segala hambatan yang menghadang mahasiswa harus menganut hokum kirchof untuk meminimalisir tegangan rasa takut dan pesimis, serta memaksimalkan arus mengalirnya rasa yakin bahwa mahasiswa membutuhkan wadah untuk berkontribusi melalui nano teknologi.
Acara hari kedua adalah seminar nano bersama bapak Dr. Nurul Taufiqu Rachman, Presentasi dari PT Euro Management Indonesia, Presentasi BIC, Talk Show Techno Preuneur. Serta Kunjungan Lab.
Lab yang dikunjungi adalah BATAN. Yakni Lab yang digunakan untuk produksi melalui tenaga nuklir. Sayangnya di sini tidak boleh membawa benda apapun. Sehingga tidak ada gambar yang bisa diambil. Kemajuan teknologi di nuklir ini akan membuat siapa saja takjub dalam kecanggihan teknologi ini. Kunjungan kedua adah di BPPT disini banyak sekali alat-alat farmasi , dan penelitian tumbuhan yang lainnya.
Untuk sentuhan tema yang ketiga adalah berkontribusi, hal ini yang membuat rasa tanggung jawab pasca nanocamp teringat kembali. Kontribusi tidak dinilai dalam game ini akan tetapi kontribusi adalah seuatu bentuk rasa syukur yang harus kita resapi dalam fikiran, tertanam dalam hati dan mengalir bersama aliran darah sebagai rasa berterimakasih kepada panitia nano Camp yang telah member kesempatan untuk belajar bersama, menikmati segala fasilitas, dan membentuk networking dianatra semua peserta dan panitia.
Cerita tentang kontribusi pasca nano Camp, nano club uns telah melakukan tiga kali diskusi, yakni diskusi yang pertama di taman mipa untuk berbagi pengalaman dan pelajaran yang terindah yang telah kami dapat saat nano camp kepada teman-teman yang belum berkesempatan untuk mengikuti nano camp. Follow up dari diskusi ini adalah bertemu dosen untuk membahas kegiatan nano berikutnya. Diskusi dengan dosen ini sangat berbuah manis yakni tentang bisnis oriented. Ilmu nano tidak boleh hanya sekedar ilmu namun untuk berbagi manfaatnya kita harus berbagi produknya. Terus riset dan dana untuk riset harus kita peroleh dari produksi. PR terbesar setelah diskusi ini semua anggota wajib mempelajari kolaborasi antara ilmu nano dan buisness oriented dan segera mengaplikasikannya. Diskusi yang ketiga adalah diskusi hingga mlam di rumah eyang dosen yakni gurunya dosen kami seorang fisikawa dasyat yang telah menemukan usia pitecantropus erectus . Dan ketika diskusi ini beliau tidak membuka buku sedikitpun dan menjelaskan semua ilmu seakan ilmu itu tak terlupa sedikitpun dan terus mengalir didalam darah. Berdasarkan cerita beliau pembelajaran teknologi berdasarkan ukuran ini diluar negri nano sudah mulai di tinggalkan bahkan berubah ke pico, tera hingga 10^-18. Inilah critaku mana ceritamu?.
Tulisan ini ditulis walaupun sudah tidak hangat lagi bukan hanya sekedar tulisan biasa namun sungguh untuk mengingatkan kembali untuk terus berkontribusi agar kita menjadikan Iptek nano sebagai panggung pemuda berkreasi, berkolaborasi dan Berkontribusi. Memajukan Indonesia

terimakasih kakak panitia :D
terimakasih MNI ^_^
2 April 2012
01:05
Nano camp: Rame rasanya, rame manfaatnya
Semangat Nano untuk Indonesia

report by : Qudratun ceria :D





Selasa, 28 Februari 2012

Ekspedisi tawangmangu #2

Mentari yang berduyung semakin ke atas menyinari langit dan seantero bumi...
membirukan langit yang gelap... 
menghijaukan tumbuhan untuk memulai proses fotosintesisnya kembali...  
dan juga menebar kebaikan untuk kalangan makhluk hidup lain berupa “oksigen” yang merupakan nafas kehidupan.... 

-puisi time-


Tepat pada Pagi itu, Kamis 23 Februari 2012 perjalanan kami dimulai, mencari ilmu di kabupaten serba hijau, ya..itulah kab.Tawangmangu. Nano Club bekerja sama dengan HIMAFARMA FMIPA UNS hijrah setengah hari ke B2P2TO-OT (Balai Besar Penngembangan dan Penelitia Tanaman Obat-Obat Tradisional) untuk mencari ilmu. Walaupun tidak dikomandani koordinator Nano Club dan Ketua Umum Himafarma yang sedang melakukan tugas utama mereka sebagai seorang mahasiswa tak urung mengurangi niat kami tuk ngebolang Ria .

Video Sejarah B2P2OT-TO
Rombongan berjumlah 20  orang dan didominasi oleh mahasiswa Farmasi 2011 yang kebetulan tidak ada kuliah pagi itu. Kunjungan ilmiah ke B2P2OT-TO ini sebagai tindak lanjut kegiatan Pengabdian Masyarakat  Desa Sambirejo yang di ketuai Bapak Suparman, beliau adalah ketua kelompok tani klaster Biofarmaka Karanganyar guna meningkatkan kualitas hasil olahan produksi empon-empon. Selain itu saat kami disana , kami reunian juga dengan mahasiswa teknik Industri yang pada saat itu sedang melakukan proyek dosen di desa yang sama ^___^ b

Oke brotha n sista, selanjutnya kami digiring menuju aula yang cukup luas dan kami semua ditontonkan video sejarah dan profil B2P2OT-TO . 




Pemandangan para mahasiswa saat sedang menonton video yg sedang diputarkan

Ternyata Banyak sekali perubahan yang ditunjukkan oleh balai penelitian ini , Ohya sobat’ dulunya B2P2OT-TO bernama BPTO loh atau kepanjangannya itu Balai Pengembangan Tanaman Obat yang kegiatan utamanya yaitu mengembangkan tanaman obat di kawasan Tawangmangu, namun seiring berjalannya waktu, kini B2P2OT-TO tak hanya sebatas mengembangkan saja namun juga meneliti berbagai plasma nutfah tanaman obat sekaligus mengadakan saintifikasi jamu. ( btw, temen-temen pada tau Plasma Nutfah gak nih ' gakk tau kan...hayoo ngaku. hehe ^^ ) 
Plasma nutfah adalah substansi pembawa sifat keturunan yang dapat berupa organ utuh atau bagian dari tumbuhan atau hewan serta mikroorganisme.

Ohy bro n Sis, ternyata produk Herbal itu lebih aman lho ketimbang obat-obatan yang mainin reaksi kimia ini itu atau semacamnyalah, namun gak bisa sembarang juga kita menggunakan produk herbal misalnya saja jamu, juga harus tepat dosis dan pemakaian. Jamu yang digunakan di B2P2TO-OT itu berupa racikan simplisia, serbuk dan juga ekstrak tanaman obat yang telah diteliti khasiat dan keamanannya melalui uji praklinik dan atau observasi klinik. Untuk menjamin keamanan dan mutu maka cara pembuatannya mengacu pada cara pembuatan simplisia yang baik, dimulai dari proses standarisasi benih/bibit, budidaya, pasca panen maupun analisis mutu di laboratorium B2P2TO-OT.


Oke, kembali ke cerita ya.. 
Ternyata disana juga terdapat etalase tanaman obat yang letaknya memisah dari gedung juga menawarkan pemandangan yang ciamik tenan :D . Puluhan bahkan ratusan tanaman obat koleksi B2P2OT-TO dipamerkan dengan tatanan yang proporsional sehingga sangat menarik untuk dipelajari lebih lanjut. Setiap tanaman diberi nama daerah, nama ilmiah dan khasiatnya. Banyak sekali tanaman yang baru penulis lihat dan sangat memanjakan mata rangkaian warna alami yang berpadu, melihatkan betapa keindahan ciptaan Sang Maha Pencipta.

Dari perjalanan ini kami mendapat ilmu baru walaupun hanya setengah hari berada di sana, dan itu pun belum cukup untuk menggali berbagai ilmu yang masih tertinggal di sana, kami berharap ilmu ini dapat bermanfaat untuk langkah ke depannya, dalam pengabdian di desa Sambirejo, khususnya pada pengolahan pasca panen klaster Biofarmaka.


Sampai jumpa di perjalanan selanjutnya sobat Nanoers !
Salam Nano... Salam Mengabdi Untuk Indonesia 


INDONESIA BISA !!


report by : Nofi Tri J.A.


 

Selasa, 29 November 2011

Ekspedisi Tawangmangu #1



Naik...naik.. ke Tawangmangu
Tinggi,tinggi sekali.....
Kiri ,kanan kulihat saja
Banyak pohon obatnya ^^

Siang hari yang menyengat tidak mengendurkan semangat kami untuk survey ke lokasi pengembangan tanaman obat atau yang sering kita kenal itu adalah biofarmaka. Kami bertujuh ( Amirza, Bambang, Dito, mas Heru, Nofi, Rif'ah, dan maya ) sudah siap melakukan perjalanan jauh menuju daerah tawangmangu dengan menggunakan kendaraan andalan kami masing-masing {brumm...brum...} .Tujuan survey kami agar dapat mengetahui secara langsung jenis-jenis tanaman obat beserta proses-proses pengolahannya yang seringkali kita hanya lihat melalui media baca semisal buku maupun internet.

Perjalanan pertama kami ditujukan ke lokasi BPTO ( Balai Penelitian Tanaman Obat ) yang berada di dekat wisata balekambang di daerah itu. Sayangnya kami semua tidak dapat masuk dan melihat-lihat berbagai tanaman herbal yang ada di dalam gedung dikarenakan pada hari itu kantor tutup . Setelah menunggu agak lama di wilayah gedung itu, akhirnya kami memutuskan untuk langsung menuju ke lokasi produsen biofarmaka, di daerah Nglurah yang tidak jauh dari BPTO , dimana warga memproduksi tanaman obat (biofarmaka) yang prosesnya tidak hanya sampai tahap pengolahan saja bahkan sudah sampai tahapan siap untuk dijual. Banyak sekali jenis-jenis tanaman yang di tunjukkan kepada kami dari kunyit, stevia, kumis kucing, dsb.

Kami pun juga dipersilahkan untuk menyicipi manisnya dari daun tanaman stevia yang konon kadar manisnya itu bisa jauh melampaui gula pasir yang umumnya. Tidak hanya daun saja yang kami cicipi tetapi juga batang dari tanaman itu kami coba DAN TERNYATA ............ tidak daun tidak batangnya sama-sama manis meskipun kadar manis bagian batang tidak melebihi kadar manis di bagian daunnya namun itu membuktikan bahwa tanaman ini sangatlah istimewa. ^^

Setelah itu, kami ngobrol santai dengan salah satu pemilik PT biofarmaka tersebut tentang bagaimana fungsi alat ini dan alat itu hingga tak terasa azan ashar pun mulai berkumandang. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi menunaikan shalat di masjid dekat lokasi produsen biofarmaka tersebut . Sesaat kami berjalan meninggalkan lokasi tersebut, datanglah serombongan bapak-bapak dengan mobil bak terbukanya yang mengangkut banyak sekali daun dari kumis kucing. Setelah sholat, kami kembali mengunjungi pabrik tersebut dan kami kembali banyak mengajukan pertanyaan mengenai beberapa hal terkait tanaman kumis kucing yang kami belum ketahui sebelumnya .

Setelah interval beberapa saat , akhirnya kami memutuskan untuk mengkahiri kunjungan kami hari itu dan kembali ke solo sebelum maghrib menjelang.

Sebelum pulang , kami berniat untuk mengunjungi bapak doktor ( I'm sorry, I forgot his name T_T  ) yang dahulunya adalah teman dari bapak BJ Habibi saat di Jerman, kami kesana tidak hanya ingin mampir saja tapi kami juga bertanya untuk membantu memberi gambaran bagaimana konsepan nano club kedepannya. Alhamdulillah beliau memberi banyak sekali inspirasi buat kami semua, entah masalah silika amorf entah urgensi propolis bagi kehidupan kita dan masih banyak lagi yang lainnya.

Setelah selesai mengunjungi rumah beliau ,akhirnya kami semua pulang ke rumah kami masing-masing. Ada saat nya penulis ingin sekali bertemu lagi dengan beliau karena masih banyak yang ingin saya tanyakan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang berkembang maupun isu-isu kontemporer yang saat ini masih penulis belum tahu agar kedepannya penulis mampu menyebarkan kepada khalayak tentang wawasan baru tersebut.


Goes to Second visit , will u come wih me ? ^^,

report by : Amirza R. Prabowo
       

Rabu, 28 September 2011

Seminar Nasional Nanoteknologi



Status terkini dan Trend Penerapan Nanoteknologi di sektor pertanian menjadi salah satu materi dari Seminar Nanoteknologi : Aplikasi Nanoteknologi di bidang Pertanian yang sekaligus menjadi Grand Opening The First Indonesia Nano Fair di ruang Sidang Utama (RSU) Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS), 25 September 2011 kemarin.
Teknologi yang diyakini sebagai main feature technology in the future yaitu nanoteknologi, didiskusikan peluang dan strategi penerapannya dalam meningkatkan kualitas kehidupan bangsa. Hadir sebagai salah satu pembicara utama adalah ketua MNI, Dr. Nurul Taufiqu Rochman yang sekali lagi menegaskan pentingnya mendalami Nanoteknologi dalam 5 hingga 15 tahun mendatang.Apalagi dibidang Pertanian yang sebenarnya Indonesia sangat potensial, mengingat Indonesia salah satu negara agraris.
Indonesia memiliki keunggulan sumber daya alam yang melimpah sehingga dibutuhkan strategi yang tepat dalam mengembangkan nanoteknologi. Nurul mengatakan kebutuhan nanomaterial dunia yang akan melonjak tajam dalam 5 tahun mendatang akan menjadi peluang yang sangat baik bagi Indonesia untuk memainkan peranannya. “Lagi pula memproduksi nanomaterial tidaklah sesulit yang dibayangkan”, tambahnya lagi. Sebagai contoh, pasir basi yang juga mengandung silika dan alumina dapat berdaya ekonomi puluhan hingga ratusan kali jika dibandingkan dengan menjual begitu saja. Besi yang dihasilkan dapat menjadi material struktur, toner dll. Sedangkan silica dan alumina yang merupakan komponen samping dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar keramik, mebran, sensor, dll. Belum lagi TiO2 yang dapat dimanfaatkan sebagai pigmen. Semua ini dapat dilakukan dengan sentuhan nanoteknologi. Selain pasir besi masih banyak mineral lainnya yang juga berpotensi sama. Selain itu, kekayaan alam hayati juga menyimpan potensi yang sama dahsyatnya jika dikembangkan dengan nanoteknologi.
Hadir sebagai pembicara kedua yaitu dosen dari Fakultas Pertanian , Dr.Ir. Endang Yuniastuti, MSI, yang menjelaskan tetntang Aplikasi Nanoteknologi pada Bidang Pertanian untuk pengolahan produk herbal dan obat-obatab Tradisional. Setiap spesies tumbuhan merupakan sumber bahan kimia hayati (chemical resource), sehingga biodiversitas dapat dipandang sebagai suatu industri atau pabrik bahan kimiawi yang brproduksi sepanjang tahun menghasilkan bahan kimia yang berguna (chemical Propectives) melalui rekayasa dibidang teknologi, salah satunya melaui nanoteknologi.
Tak banyak orang awam yang akrab dengan teknologi nano. Nanometer artinya satu per satu miliar meter. Sesuai dengan namanya, teknologi ini berkaitan dengan penciptaan benda-benda kecil, yang mencakup pengembangan teknologi dalam skala nanometer, biasanya 0,1 sampai 100 nanometer. Satu nanometer sama dengan sepersejuta milimeter.
Keunggulan produk Nanoherbal sendiri dibanding produk herbal yang biasa , yaitu produk bioteknologi Nano akan lebih cepat diserap dibandingkan produk yang tidak menggunakan teknologi tersebut sehingga dari segi penggunaan akan lebih efisien, Ibu Endang juha menambahkan teknologi Nano dapat juga membantu kelarutan, stabilitas, dan kemampuan penyerapan dalam dunia kefarmasian, dan juga dengan teknologi nano, produk herbal tidak akan menghasilkan ampas, lebih stabil, dan efektif dalam mengobati, karena dengan ukuran partikelnya yang berukuran nano, penyerapannya jauh lebih baik.

Sesi terakhir seminar yaitu Audiensi, dibuka dengan pengenalan dan penjelasan tentang i The First Inonesia Nanofair, dan juga serangkaian acara dari Nano Fair tersebut oleh mahasiswi jurusan Kimia UGM, Mbak Putri. Dengan sangat semangat Mbak Putri mengajak kita sebagai mahasiswa ikut berpartisipasif dalam upaya pengembangan Nanoteknologi di Indosia, yang sekarang kondisinya masih masif. 


Selanjutnya, dari UNS sendiri diperkenalkan Nano Club kepada para audiens, sebagai salah satu wadah diskusi dan salah satu upay amemperkenalan nanoteknologi ke mahasiswa. Terakhir, dari Presiden Nano lub Indonesia, Suryandaru juga tak kalah semangat mengajak dan memotivasi audiens untuk bersama-sama mengembangkan nanoteknologi ini. Beliau huga menyampaikan tetntang Urgensi Kelompok Studi Nanoteknologi dan Inisiasi Pembentukan Nanoclub.

Rabu, 17 Agustus 2011

Kuliah Nanoteknologi

Jum'at, 12 Agustus 2011 pekan kemarin, Divisi Nanoclub SIM UNS menyelenggarakan kuliah nanoteknologi dengan tema Aplikasi nanoteknologi dalam pembuatan lapisan sel surya dengan menggunakan zinc oxide. Kuliah umum ini dibawakan oleh seorang mahasiswa S2 pascasarjana UNS yang tengah menyelesaikan studinya di jurusan teknik mesin, Bobie Suhendra, S. T. Kuliah ini dilaksanakan di Aula gedung A FKIP UNS atas dukungan dari Lingkar Studi Pendidikan

Kuliah ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa UNS dan beberapa orang dari Fordinagama, klub nano dari UGM Yogyakarta. Sesi tanya jawab berlangsung cukup seru, terutama ketika salah seorang dari Fordinagama mengajukan pertanyaan yang menimbulkan feedback yang panjang. Sangat menarik sekali. 

Di akhir acara, Fordinagama memberikan kenang-kenangan berupa buku IPTEK Nano karya Dr. Yateman Ariyanto, dkk. Terima kasih Fordinagama. 





Untuk mendownload materinya silahkan klik link di bawah ini
1. Sintesis Nanopartikel
2. Pembuatan Sel Surya Berbasis Nanoteknologi

Senin, 27 Juni 2011

"NANO"LAH JAWABNYA

Inovasi, satu kata yang selalu ingin dikerjakan oleh mereka yang bekerja dalam pengembangan produk. Sebenarnya tidak hanya mereka, namun juga para pecinta teknologi , mahasiswa yang ingin terus berkontribusi demi meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Namun, entah teknologi apa yang saat ini sedang memajukan Negara yang semakin maju. Dan hal ini akan segera terjawab selama pembaca sabar membaca dan tidak mempertanyakannya pada rumput yang bergoyang ….hhe
Baik agar tidak semakin penasaran , maka jawabnya adalah……”Nano Teknologi”
Mungkin di benak-benak teman-teman akan terus bermunculan berbagai pertanyaan , Apa itu nano teknologi, bagaimana prinsip kerjanya, mengapa diperlukan, dan apa manfaatnya?.
Sejak SMA bahkan SMP dalam pelajaran fisika yang membuat otak bak solenoid dan toroida diberitahukan ada macam ukuran yang dinamakan makro, nano,dll . Dan sedikit flash back makro adalah satuan yang menyatakan seper satu juta dan nano adalah seper seribu juta atau 10^-9. Sangat kecil sekali, namun apa ya manfaat dari yang kecil-kecil ini?
Eits, menyambung lidah sebelumnya, mari kita kupas Teknologi yang kan menggiurkan lidah.
Teknologi Nano adalah pembuatan dan penggunaan materi atau devais pada ukuran sangat kecil. Materi atau devais ini berada pada ranah 1 hingga 100 nanometer. Satu nanometer sama dengan satu per milyar meter (0,000000001 m). Yang berarti 50.000 lebih kecil dari ukuran rambut manusia. Para pakar sains menyebut ukuran pada ranah 1 hingga 100 nm ini sebagai skala nano (nanoscale), dan material yang berada pada ranah ini disebut sebagai kristal-nano (nanacrystals) material nano (nanomaterials).

Jumat, 24 Juni 2011

DAUN TERATAI TIDAK BASAH ? WHY ????





June, it was run… 24 Juni 2011, keluarga bahagia nanoclub melakukan aktivitas rutin diskusi, kali ini bertempat di depan gedung A fakultas Pertanian. Sepoi2 angin yang menghembus dan menyibakkan alas duduk itu menjadi teman diskusi kami. Bahasanya pastinya juga gag jauh2 sama teknologi nano, J
Meskipun waktunya relative singkat, tapi cukup menambah wawasan dan ilmu, kali ini diskusi dihadiri oleh 7 orang, diantaranya, sebut saja Mas Dika , ketua nanoclub, mas Dito koord Divisi R & B, Amirza staff divisi R & B, mbak Wulan staff divisi pendidikan, Qudrotun staff div R & B, Nana Nanudz koord II div Pendidikan.
Back to topic, cekidot…
Tema diskusi kali ini adalah “DAUN TERATAI TIDAK BASAH ? WHY ????”, Subhanallah, tidak ada satupun yang sia2 di bumi ini. J

Kamis, 20 Januari 2011

SOSIALISASI NANOTEKNOLOGI UNTUK MAHASISWA

Pada hari Senin, 10 Januari 2011 SIM melalui divisi NanoClubnya menyelenggarakan seminar sosialisasi nanoteknologi kepada mahasiswa UNS. Acara yang dihadiri oleh kurang lebih 70 peserta itu berjalan cukup singkat yaitu dimulai pukul 15.30 dan berakhir pukul 17.30. Acara ini dimulai dengan sambutan-sambutan mulai dari sambutan koordinator nanoclub dilanjutkan sambutan Direktur SIM UNS 2011, Tatang Kukuh Wibawa. Direktur SIM 2011 mengungkapkan, “Visi SIM 2011 adalah menuju UNS Prestasi”. Dengan begitu bersemangat beliau mengajak semua elemen mahasiswa untuk mengukir prestasi demi masa depan UNS.

Seminar diawali dengan pemutaran video opening speech oleh Ketua Masyarakat Nano Indonesia, Dr. Nurul Taufiqurahman. Kemudian diawali oleh seorang Moderator yang juga merupakan pegiat nanoteknologi, Muhammad Nur Eka Fitriadi. Acara seminar dibawakan oleh mahasiswa yang pernah mengikuti NanoCamp di PUSPITEK Serpong Tangerang, Aptika Oktaviana T. D., mahasiswa Kimia FMIPA UNS 2006. Beliau menjelaskan mulai dari konsep nanoteknologi hingga aplikasinya dalam dunia modern. Bahkan ada juga motivasi bagi mahasiswa untuk terus berkarya dan berprestasi. 

Acara berjalan cukup menarik. Peserta terlihat cukup antusias dalam mengikuti penjelasan pembicara. Ketika dilanjutkan dengan tanya jawab banyak pertanyaan yang diberikan peserta kepada pembicara.Semoga acara ini dapat menjadikan wawasan baru bagi mahasiswa UNS, khususnya pengurus SIM dan mahasiswa SSD dalam mengembangkan potensinya ke depan. Harapannya acara seperti ini dapat terus digalakkan oleh SIM sebagai satu-satunya UKM keilmiahan tingkat Universitas Sebelas Maret dan dilanjutkan dengan aksi nyata dalam berbagai pengabdian dan kompetisi ilmiah.

Mau download materinya. Silahkan didownload di sini!